Mengenal Kain Tenun Adat Dayak Iban Perbatasan Borneo

Penulis: Kontributor  Sungaiantu.desa.idYovita| EditorI Yovita

Sungai Antu,27-11-2019 .Menyusuri pedesaan perbatasan merupakan merupakan pertualangan yang sangat menyenangkan,dimana kita bisa menemui Ibu-ibu yang tengah bertenun.Dan perlu diketahui juga Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang kaya akan warisan budaya,salah satu kebudayaan yang dapat terlihat dalam seni kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat Iban pedalaman perbatasan Borneo adalah kain tenun yang memilikki beragam corak .Kain tenun ini merupakan salah satu budaya Iban yang keunikkan serta ciri khas tersendiri.Kemahiran suku Bansa Iban membuat kain tenun tampak pada ragam hias sehelai kain.Kain tenun dalam sejarahnya mengalami perkembangan yaitu dari ragam hias garis-garis geometris seperti bentuk kait,pola asimetris,garis lurus,meanders,atau segitiga serta segi empat yang melambangkan Kepercayaan Kepada Nenek Moyang dan Leluhur.

Walau nampak sederhana, ternyata proses pembuatan kain tenun ini sangat sulit karena terdapat motif-motif yang beraneka ragam dan penuh arti tertentu.Bahkan kain tenun iban perbatasan sangat diminati di negara tetangga sebelah.Produk yang dihasilkan dari proses kain tenun meliputi selimut, pakaian, taplak meja, hiasan dinding, jaket, rompi, sal dan lain sebagainya.

 

Menurut warga setempat,mereka selalu menjual hasil tenunanya apabila ada yang kebetulan singgah membeli,pemasaran melalui mulut ke mulut.

Marta Duri,salah satu warga yang bisa bertenun ingin sekali mengajak ibu-ibu untuk menggeluti dan explorasi kain tenun supaya terus terlestarikan supaya tidak mati termakan jaman.

“Kita ingin sekali menggairahkan semangat para peggiat tenun namun banyak keterbatasan yang selama ini menjadi kendala kami,dimana pemasaran dan dukungan yang sangat kami harapkan dari pemerintah,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan