Support Literasi Digital,Team Desa Broadband Terpadu (DBT) Sungai Antu Fasilitasi Warga Akses Internet Gratis

Penulis: Kontributor  Sungaiantu.desa.id, Yovita| EditorI Yovita

Sungai Antu,07-11-2019.Program Desa Broadband Terpadu ini merupakan program penyediaan akses dan perangkat secara komunal sejak tahun 2015 dibangun sebanyak 50 desa dan akan terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Ke depannya, akan dipertimbangkan pendekatan berbeda yaitu penyediaan akses dan perangkat secara personal, beserta aplikasi mobile.Untuk mempercepat pemerataan program Desa Broadband ini, Kominfo membuka peluang terhadap para pengembang aplikasi untuk ikut berpartisipasi. Kominfo akan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan bagi para pengembang, sehingga aplikasi yang ditempatkan akan berjalan sebagaimana mestinya.Aplikasi yang dapat dimasukkan dalam portal (baik web-based ataupun mobile based) tersebut diutamakan aplikasi pada bidang nelayan, pertanian dan perhutanan. Namun terbuka juga untuk aplikasi jenis aplikasi lainnya seperti kesehatan, office, hiburan, pendidikan dan juga game yang bersifat mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan masyarakat khususnya masyarakat di pedesaan perbatasan Sungai Antu.

 

 

Team Desa Broadband Terpadu Sungai Antu mensupport dengan menfasilitasi warga melalui jaringan wireless fidelity (WiFi) gratis, masyarakat secara bebas dan bijak bisa mengakses informasi internet sesuai Literasi Digital yang menjadi kebutuhan mendesak sekarang ini, sebab kemajuan teknologi yang tidak dapat diimbangi oleh kecerdasan dalam menggunakan teknologi modern.

Hal tersebut menuntut para masyarakat untuk dapat memilih dan memilah informasi yang baik dan tepat guna. Disinilah pentingnya literasi digital untuk dijadikan pembelajaran yang strategis untuk pengembangan pendidikan ini di era cyber.

Literasi digital ini menjadi penting karena, mampu membuat kita :

1.Berpikir kritis, kreatif dan inovatif
2.Memecahkan masalah yang terjadi
3.Lebih mengetahui arti dari pemanfaatan teknologi modern
4.Tidak menggunakan teknologi sebagai wadah untuk melakukan kejahatan
5. Menjadi pengguna yang baik.

Hal terpenting bagi Program Desa Broadband saat ini adalah literasi digital dan mempersiapkan sumber daya manusia unggul dalam hal kewirausahaan yang berbasis teknologi digital khusunya di Desa Sungai Antu daerah Perbatasan Malindo.

Menurut Staff Desa Sungai Antu,Ibu Rustina Simbah,program ini sangat membantu bertujuan untuk menyediakan akses internet di desa yang sebelumnya tidak memiliki akses internet sama sekali. Hal ini guna mendukung pemerintah agar masyarakat yang ada di desa-desa melek internet, sehingga menuju Desa Digital.“kami ucapkan terimakasih kepada Pemerintah berkat kerjasama,Kemkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informatika),BP2DK (Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa& Kawasan,BP3TI (Balai Penyedia dan pengelola&Pembiayaan Telekomunikasi) dan Diskominfo Kabupaten Kapuas Hulu yang telah membantu pengadaan akses Internet Broadband di desa kami,” ungkapnya.

 

“Kami juga sangat merasa terbantu dari Internet Broadband ini,dimana sinyal internet di perbatasan ini sangat susah bahkan kerapkali terkena roaming internasional, “Ungkap Fauzi F yang merupakan Danpos Langau II Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif R 301/Prabu Kiansantang.

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan